Apa yang kamu lakukan jika suatu pagi saat terbangun dari tidur, kamu mendapati seekor harimau sumatera sedang berbaring cantik di dapur rumahmu?Terdiam mematung? Berteriak minta tolong? Atau mengambil smartphone lalu mengklik fitur live Instagram sembari berkabar riang “Hai, Guys! Ada yang dapurnya pernah kemasukan Harimau kayak gue sekarang?!”
Sepertinya pilihan yang terakhir amatlah mustahil. Tapi percayalah perihal disatroni Harimau Sumatera tidak mustahil, dan bahkan sering terjadi kepada masyarakat yang bermukim di wilayah sekitaran hutan. Sebut saja di kawasan Sungai Gelam - Muaro Jambi, atau di kelurahan Teluk Meranti, Provinsi Riau. Di mana Harimau Sumatera masuk ke pemukiman warga karena kerusakan dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit. Seperti yang dipaparkan oleh Dr. Atiek Widayati dari Tropenbos Indonesia dalam event Forest Talk With Netizen Jambi di Swissbel Hotel pada hari Sabtu, 31 Agustus 2019.
Mengusung tajuk “Pengelolaan Hutan Lestari”, event yang digagas The Climate Reality Project Indonesia dan Yayasan Dr. Sjahrir tersebut menghadirkan para narasumber kompeten yang wilayah konsentrasinya bersentuhan langsung dengan upaya pelestarian hutan.

