Sabtu, 25 September 2010

(Bukan) Sesat Sesaat


Sekilas lintas curahan hati tentang fiksimini
Sebelumnya, fiksimini adalah sastra singkat di twitter, kurang dari 140 karakter, digawangi oleh sastrawan-sastrawan handal Agus Noor, Eka Kurniawan, dan Clara NG. Sekarang sudah ada tiga puluh ribu lebih peminatnya di twitter setiap harinya.
Beberapa contoh fiksimini saya (sebenarnya ini gak ada apa-apanya dibanding karya fiksiminiers yang lain, tapi ya sudahlah hehe)
@fiksimini: RT @moehyie: Jatuh Cinta Setengah Mati | Ia terbang dengan sayap-sayap patahnya. Mencoba melintasi samudera.
@fiksimini: RT @moehyie: Larangan Terbang | Ke mana-mana garuda jalan kaki.
@fiksimini: RT @moehyie: HARAM | Uang dalam amplop menangis mendengar gadis kecil bertanya siapa ayahnya dalam doa.
@fiksimini: RT @moehyie: KEMBANG DESA Tadi pagi kutemukan kelopaknya berserak di pos ronda, bersama putung rokok dan puluhan botol miras.
Berikut ini adalah beberapa potong kalimat yang selalu mengganjal kalau tidak ditulisakan, juga sebagai lanjutan ceracau saya tempo hari tentang fiksimini. Mungkin lebih tepatnya ini adalah proses (tidak) kreatif saya dalam menulis fiksimini
Saya percaya bahwa menulis itu tak ada teorinya. Menulis ya menulis. Menggoreskan huruf. Mengandeng-gandengkan kata. Membariskan kalimat. Menumpuk paragraf.
Namun, bagi saya yang lemah ini merasa perlu alat bantu. Seperti tongkat untuk berjalan. Kaca mata untuk melihat. Katup jantung untuk menyambung hidup.
Ide dasar. Ini yang terpenting. Dalam hal ini baik penulis baru/profesional berada dalam level yang sama.
Semakin kuat ide dasar ini, semakin kuat daya picu untuk otak untuk menyusun ‘tubuh’ kalimatnya. Seperti  bom yang dapat meledak sendiri di kamp musuh!
Kata-kata itu seperti Tim Marketing yang julannya ide dasar. Semakin menarik, rapi, unik dan pintar semakin cepat ide dasar ‘terjual’.
Bahkan, kalau kita bisa menemukan Tim Marketing yang cocok dan tepat kita bisa mendapatkan ‘uang’ tanpa menjual ‘apa-apa’.
Kalau boleh mengelompokkan SETIDAKNYA ada tiga jenis FM. 1. Permainan Imajinasi 2. Permainan Kata 3. Tragedi.
Jenis yang I. Permainan imajinasi, banyak sekali fiksiminiers yang mengolahnya, bahkan yang terlihat sederhana kalau dikemas baik akan mampu membetot senar-senar imanjinasi.
Jenis yang II. Permainan kata, iya sekilas hanya seperti ubah susun, bolak-balik, padu padan kata. Tapi dari situ pun bisa ketemu makna-makna baru.
Jenis yang III. Tragedi. Ini yang luar biasa. Bagamana seorang fiksiminiers bisa berinovasi, tak sekadar memburu tema, tapi menghadirkan kelebat peristiwa yang langsung nancap di dada imajinasi.
Seperti sekelebat sebilah samurai yang sekali ayun dua tiga kepala putus jatuh ke tanah. Sadis memang. Tapi itu bisa abadi di liang ingatan.
Nah, dari mana saja ayunan-ayunan ide itu berangkat, berikut beberapanya saja;
Kadang bisa berangkat dari permainan kata-kata. Seperti bermain dengan perahu2 kecil, tanpa sadar kita telah berada di tengah samudera makna.
Kadang bisa berangkat dari makna. Tapi hati-hati. Salah-salah malah berakhir di mimbar khotbah.
Diktum Fiksimini yang paling saya percayai, bahwa penulis itu bukan memotret peristiwa, tapi dengan peristiwa itu ia mengungkapkan sesuatu.
Pesan; Jangan terlalu untung-untungan membuat fiksimini (membuat sebanyak-banyaknya, syukur-syukur di RT) kasihan juga kan followers yang kebanjiran :)
Maksud saya bereksperimanlah, kembangkan diksi, plot, latar, tokoh, teknik penulisan dsb.
Baiklah kita coba masuk ke bagian yang lebih teknis. Membuat fiksimini. Tapi perlu dicatat ini hanya satu cara dari jutaan kemungkinan.
Begitu topik dilempar, segera asosiasikan kata tersebut dengan kata2 yang lain. Sebanyak2nya , dan seluas2nya.
Contoh, topik; BURUNG: terbang, sayap, telur, sarang, sangkar, pesawat, nama2 (beo, hantu, merpati dll) dst dan sampai tak terhingga.
Segera FOKUS ke satu titik saja, yang kita anggap paling berdenyut di kepala.
Berfikir kreatiflah (think opposite, out of the box..dll) ketika topik burung, banyak sekali di timeline yang buat tentang Burung Hantu, sy rubah dikit jadi Hantu Burung. *narsis
Contoh
@fiksimini: RT @moehyie: Hantu Burung | Ratusan pinguin terbang di udara, dengan dada yang bolong
Selain itu, dari topik dan kata dasar tadi bubuhkan (hemm) tema2 yang lain. Mis; percintaan, keluarga, politik, dll.
Contoh; Jatuh Cinta Setengah Mati | Ia terbang dengan sayap-sayap patahnya. Mencoba melintasi samudera. (burung+ sayap+cinta)
Kemampuan menulis harus selaras dengan kemampuan apresiasi. Sering-seringlah membaca karya2 yang di RT dan gali sebanyak mungkin makna di dalamnya.
Amat sangat mungkin kita menemukan makna yang jauh lebih banyak, bahkan dari penulisnya sendiri.
Sekian ajaran sastra yang menyesatkan ini. Mudah-mudahan ada yang ikut tersesat bersama saya. Selamanya. Hehe :)

0 komentar:

Posting Komentar